Main Article Content

Abstract

Pelajaran bahasa Inggris secara resmi bisa diajarkan di Sekolah Dasar sejak tahun ajaran 1994 sebagai mata pelajaran muatan lokal. Walaupun dalam kenyataan ada beberapa sekolah yang sudah memprogramkan pelajaran bahasa Inggris bagi siswanya yang duduk di bangku Kelompok Belajar dan TK, atau disebut Pendidikan Anak Usia Dini. Dalam Era informasi dan globalisasi ini, pemerintah menyadari pentingnya peran bahasa Inggris dan sumber daya manusia yang memiliki keandalan berkomunikasi dalam bahasa Inggris, yang di Indonesia merupakan bahasa asing. Sebagai kebijakan yang berorientasi ke depan, pemerintah telah menerbitkan Undang – Undang Dasar Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 1987 tentang Sistem Pendidikan Nasional diikuti dengan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 1990 yang menyebutkan tentang pengembangan sumber daya manusia. Pelajaran Bahasa Inggris perlu di terapkan sejak dini, karena dengan pembelajaran bahasa Inggris sejak dini, anak lebih mudah mengembangkan bahasa Inggris di saat anak menginjak remaja yaitu ketika anak masuk Sekolah Dasar, SMP atau ke tingkat yang lebih tinggi, bahasa Inggris yang di ajarkan guru tersebut akan melakat pada ingatannya dan sulit untuk melupakannya, dibandingkan dengan anak yang tidak di ajarkan bahasa Inggris saat dia duduk di bangku TK atau PAUD. Peran aktif orang tua sangat diperlukan dalam hal ini, dengan kata lain orang tua pun dituntut untuk mengetahui sedikit tentang bahasa Inggris agar mereka bisa membeli buku tentang dasar bahasa Inggris dan mengajarkannya pada anak-anak mereka di rumah meskipun dalam waktu yang singkat agar bahasa Inggris anak semakin berkembang. Dalam makalah ini, akan disampaikan tentang peran bahasa Inggris Pada Anak Usia Dini, dan faktor – faktor yang mempengaruhi keberhasilan bahasa Inggris yaitu : Bahasa Ibu, Bahan Ajar, Interaksi Sosial, Media Pembelajaran dan Latar Belakang keluarga.

Article Details

How to Cite
Ahmad Jazuly, M.Pd. (2016). PERAN BAHASA INGGRIS PADA ANAK USIA DINI. Jurnal Pendidikan Dompet Dhuafa, 6(01), 33-40. Retrieved from http://jurnal.makmalpendidikan.net/index.php/JPD/article/view/89